CV. ADHI JAYA

Perusahaan CV. ADHI JAYA

Fenomena Sebuah Kontes

Belum lama ini dunia internet dihebohkan dengan kontes dari dua blogger senior kita yaitu Pogung177 dengan kontesnya “Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009” dan Hakimtea dengan “Kontes 1 Tahun Hakimtea“.

Sebelum mereka juga masih ada kontes yang keren dari sodara Zalukhu dengan tema “Andai“. Selanjutnya “Kontes Berpikir Kritis 2009” dari web NavinoT, lalu kontes Blog “Sahabat Orangutan” dari mas Adieska dan berbagai kontes-kontes menarik lainnya.

Begitu maraknya pagelaran kontes di Indonesia. Sampai-sampai ada yang berpendapat, “Sekarang ini adalah trendnya kontes”. Benarkah demikian? Lalu, apa saja keuntungan dari kontes tersebut hingga kemudian banyak blogger-blogger indonesia yang berminat mengikutinya?

Pandangan sebagai Peserta Kontes


Salah satu blogger senior yang kami kenal yaitu bung Kenreidy memiliki keunikan tersendiri dalam kepribadiannya. Kenreidy sangat menyukai kompetisi. Entahlah sudah berapa banyak kontes yang pernah dicoba olehnya. Walau belum pernah menang sekalipun di setiap kompetisi tersebut setidaknya satu hal yang membuat kami selalu memberikan rasa salut kepadanya, bung Kenreidy tak pernah menyerah dan selalu MENIKMATI kontes.

Bahkan Kenriedy pernah mengikuti kompetisi SEO dengan menggunakan “Domain Anak Panti” namun sengaja tidak mendaftarkan diri menjadi peserta. Padahal domain miliknya itu telah berada di halaman pertama Google. Dan Kenreidy malah merasa tidak melakukan hal yang sia-sia atas sikapnya tersebut. Justru sebaliknya, dia menganggap itu sebagai proses pembelajaran. Hingga sekarang pun Kenreidy tidak patah semangat untuk terus ikut berkompetisi dalam berbagai kontes (terus berusaha bung kenreidy, semoga untuk kontes berikutnya Anda bisa menang!)

Nah itu baru salah satu cerita bahagia dari sahabat blogger yang TIDAK PERNAH memenangkan kompetisi kontes. Lalu bagaimana dengan blogger yang selalu menang dalam kontes? Perjuangan yang berat dan tekad yang kuat akhirnya dibayar dengan kemenangan dan kehormatan. Kebahagian seperti itu mungkin tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Seseorang yang tidak menyukai kompetisi pastilah tidak akan mungkin bisa merasakan kebahagiaan seperti mereka itu.

Oleh sebab itu perlu digaris bawahi, tidak semata-mata karena hadiahnya yang “WOW” maka kontes tersebut menjadi pilihan faforit. Kami sangat yakin, mereka-mereka sang Juara kontes pun kebanyakan lebih memilih prestasi daripada sekedar uang, sebab bisa saja nilai uang yang mereka keluarkan untuk kontes tidak sebanding dengan hadiah yang nantinya akan mereka dapatkan.

Pandangan sebagai Penyelenggara Kontes


Berhubung banyak yang belum mengenal sistem unik cara berpromosi dengan menggunakan kontes, maka akan kami jelaskan sedikit tentang hal itu. Tapi sebelumnya mari kita samakan dulu kontes dengan VIRUS. Kita andaikan virus itu adalah FLU.

Bayangkan jika dalam keramaian seseorang yang tertular flu bersin-bersin, maka apa yang terjadi berikutnya adalah orang disekitarnya juga akan mudah terserang flu. Serupa dengan kontes, seseorang yang telah menjadi peserta kontes pasti akan menginformasikan kontes tersebut kepada teman-temannya, dan selanjutnya MENULARLAH virus kontes tersebut. Begitu sederhana 🙂

Mungkin ada beberapa orang yang tidak menghiraukan adanya kontes tersebut, seolah-olah seperti manusia yang kebal terhadap virus sehingga sulit terjangkiti flu. Tapi PERCAYALAH.. berkali-kali terserang “virus” pastinya akan tertular juga, benar tidak?

Memang awalnya ada yang tidak berminat untuk mengikuti kontes, namun jika saat itu mereka melihat perkembangan dari peserta kontes yang terus bertambah setiap harinya, kemungkinan yang akan terjadi selanjutnya adalah mereka mulai memiliki minat terhadap kontes itu. Godaan seperti itu jarang bisa ditolak 🙂

Maka bukanlah menjadi rahasia lagi bahwa sebuah kontes banyak diselenggarakan hanya sebagai media alat promosi. Beberapa juga ada yang memanfaatkan kontes untuk keperluan pribadi, misalnya seperti pembuatan banner maupun desain tema situs. Dan yang luar biasanya lagi, ada pula yang mengadakan kontes sekedar untuk berbagi. Yaitu dengan sengaja tidak ingin mendapatkan keuntungan darinya.

Apapun tujuan tersebut, kontes menjadi salah satu cara yang efektif bagi setiap penyelenggara untuk meledakkan popularitas situs miliknya. Namun perlu ditekankan juga bahwa tidak hanya penyelenggara saja yang akan menjadi populer dikalangan netter, peserta pun juga akan terkena pengaruhnya. Apalagi peserta yang telah menjadi Juara kontes, pastinya juga akan mendapat perhatian khusus dari netter di seluruh Indonesia.

Fenomena Kontes di Indonesia


Tepatnya tanggal 31 Januari 2009, Indonesia patut berbangga dengan kemenangan blogger Indonesia di ajang kontes “Busby SEO Test”. Tidak tanggung-tanggung 4 penghargaan telah diraih. Berikut daftarnya :

  1. Kabon (http://kabonfootprint.com/busby-seo-test/) -> Indonesia
  2. Ricos (http://pinayspeak.com/pinaytest/) -> Filipina
  3. IMFreakz (http://www.imfreakz.com/busby-seo-test/) -> Indonesia
  4. Dewaji (http://www.dstudiobali.com/webdesign/busby-seo-test-page/) -> Indonesia
  5. Gladioolersteam (http://umpcinfo.com/gladioolers/) -> Indonesia

Perlu diketahui bahwa Bubsy SEO Test bukanlah kontes yang biasa-biasa saja. Bubsy SEO Test adalah bagian kata kunci dari kontes SEO “World Cup 2” yang merupakan kontes terbesar ditahun 2008. Dan juga sebagai salah satu kontes bergengsi dengan total hadiah USD10.000 . Memang sangatlah wajar hadiahnya menggiurkan sebab kontes tersebut diselenggarakan oleh perusahaan online dari Australia yang bergerak di bidang web design, hosting & domain, SEO dan internet marketing.

Oleh sebab itu, kemenangan dalam kontes tersebut juga memberikan motivasi dan pengaruh yang luar biasa di Indonesia. Next time, bakal ada lagi kelanjutan kisah SANG JUARA dari Indonesia.

Namun sayang, tidak banyak kontes yang bisa hadir untuk memenuhi ambisi seperti itu. Mungkin salah satu kendala utamanya adalah modal. Karena kontes kebanyakan berdiri sendiri untuk mempromosikan situs pribadi, otomatis beban hadiah ditanggung oleh pemilik situs itu sendiri.

Salah satu cara alternatif lainnya adalah dengan bekerja sama, saling membantu dan mendukung dalam setiap penyelenggaraan kontes menjadi Sponsor Contest. Dan kelebihan menjadi sponsor adalah Anda tidak perlu lagi mendesain kontes, Anda hanya cukup menentukan hadiah apa yang ingin diberikan.

Memang benar tidak segampang itu dalam menyelenggarakan kontes. Ada tahapan-tahapan tertentu untuk mendukung suksesnya kontes. Namun yang menjadi fakta aktualnya adalah, siapapun yang bergabung dalam kontes (baik sebagai penyelenggara, sponsor maupun peserta) mereka semua pasti akan saling menguntungkan.

Sebagai penyelenggara, Anda akan memberikan manfaat yang besar dalam dunia kontes. Sebagai Sponsor, Anda akan mendapatkan traffic yang tidak terbatas (baca : unlimited). Dan sebagai peserta juga demikian, bisa mendapatkan ruang berkompetisi sebagai ajang pembuktian diri dan berpeluang mendapatkan hadiah menarik dari sponsor.

Lalu, yang manakah yang Anda minati? Menjadi penyelenggara, sponsor atau peserta kontes?

Filed under: Kontes Indotopten, , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: